top of page

Dīgha Nikāya

info

Kumpulan Khotbah Panjang

DN1 – DN34

Sīlakkhandha Vagga

sūtra

1

Bagian Moralitas

Brahmajāla

Jaring Tertinggi – Apa Yang Bukan Ajaran

Jaring Tertinggi – Apa Yang Bukan Ajaran

T 21, DA 21, T 1548.126*, SF 41, SF 48, ,SHT Sutta 16, Up 3.050, Tib ed 110

Para bhikkhu menyaksikan pengembara Suppiya berdebat dengan muridnya tentang kualitas-kualitas Sang Buddha, Ajaran-Nya (Dhamma) dan para bhikkhu (Sangha). Sang Buddha mengajarkan kepada mereka agar tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan terhadap ajaran, dan menyatakan bahwa ‘orang-orang awam’ akan memuji-Nya karena alasan-alasan remeh dan bukan karena inti ajaran-Nya. Beliau menguraikan enam puluh dua jenis pandangan salah, yang semuanya berdasarkan pada kontak dari enam landasan-indria dengan objeknya masing-masing. Kontak mengondisikan keinginan, yang selanjutnya mengarah pada kemelekatan, pada penjelmaan (kembali), pada kelahiran, pada usia-tua dan kematian, dan segala jenis penderitaan. Tetapi Sang Tathāgata (Sang Buddha) telah melampaui semua ini, dan seluruh enam puluh dua pandangan ini terjebak dalam jaring ini

PTS: D i 1, VRI: 1.1, Myanmar: 1.1, Thai 1

DN i 1

DN

Sīlakkhandha Vagga

sūtra

2

Bagian Moralitas

Sāmaññaphala

Buah Kehidupan Tanpa Rumah

Buah Kehidupan Tanpa Rumah

EA 43.7, DA 27, T 22, SA 154–163*, T 1442.13*, T 1450.10*, T 1444.1*, SF 288, SF 1, SHT Sutta 58, D 1 / Q 1030

Raja Ajātasattu dari Magadha, yang memperoleh tahtanya dengan membunuh ayahnya, menghadap Sang Buddha dengan sebuah pertanyaan yang telah ia ajukan dengan sia-sia kepada enam ‘guru’ saingan: Apakah buah, yang terlihat di sini dan saat ini (dalam kehidupan ini) dari kehidupan tanpa rumah? Sang Buddha menjelaskan kepadanya, dan melanjutkan dengan penjelasan akan manfaat yang lebih tinggi, berbagai kondisi meditatif, dan akhirnya kebebasan sejati (bagian ini berulang pada sebelas Sutta berikutnya). Sang Raja, dengan sangat terkesan, menyatakan dirinya sebagai pengikut-awam. Sang Buddha kelak mengatakan kepada para bhikkhu bahwa jika tidak karena kejahatannya, Ajātasattu akan sudah menjadi seorang pemenang-arus dengan ‘membuka mata-Dhamma

PTS: D i 46, VRI: 1.41, Myanmar: 1.43, Thai 1.60

DN i 47

DN

Sīlakkhandha Vagga

sūtra

3

Bagian Moralitas

Ambaṭṭha

Tentang Ambaṭṭha – Merendahkan Kesombongan

Tentang Ambaṭṭha – Merendahkan Kesombongan

T 20, DA 20, SF 43, SHT Sutta 26, D 6 / Q 1035, D 1 / Q 1030

Pokkharasāti, seorang guru Brāhmaṇa terkenal, mengutus muridnya, Ambaṭṭha (yang dianggap sepenuhnya terpelajar dalam pengetahuan Brāhmaṇa) untuk membuktikan bahwa ‘Petapa Gotama’ adalah seorang manusia luar biasa seperti yang diberitakan (jika Beliau memiliki ‘tiga-puluh-dua tanda seorang manusia luar biasa’). Ambaṭṭha, sombong akan kelahiran Brāhmaṇanya, berperilaku bodoh dan angkuh terhadap Sang Buddha, dan karenanya mengetahui satu dua hal mengenai leluhurnya sendiri, selain itu juga tersadar bahwa Khattiya (Kasta pejuang-mulia) adalah lebih superior daripada Brāhmaṇa. Dengan rendah hati, ia kembali ke Pokkharasāti, yang menjadi marah karena perbuatannya, dan tergesa-gesa menjumpai Sang Buddha, melihat bahwa Beliau sungguh memiliki tiga-puluh-dua tanda manusia luar biasa, dan menjadi beralih keyakinan

PTS: D i 87, VRI: 1.76, Myanmar: 1.82, Thai 1.114

DN i 87

DN

Sīlakkhandha Vagga

sūtra

4

Bagian Moralitas

Soṇadaṇḍa

Tentang Soṇadaṇḍa - Kualitas Brahma Sejati

Tentang Soṇadaṇḍa - Kualitas Brahma Sejati

DA 22, SF 42, SHT Sutta 56

Brāhmaṇa Sonadaṇḍa dari Campā mengetahui kedatangan Petapa Gotama dan pergi menghadap Beliau, menentang nasihat para Brāhmaṇa lainnya yang menganggap hal itu akan menurunkan martabatnya. Sang Buddha bertanya kepadanya mengenai kualitas-kualitas seorang Brāhmaṇa sejati. Ia menyebutkan lima, tetapi dengan perumpamaan-perumpamaan yang diberikan oleh Sang Buddha, ia mengakui bahwa ini dapat dirangkum menjadi dua: kebijaksanaan dan moralitas. Ia menjadi beralih keyakinan, namun tidak mengalami ‘terbukanya mata-Dhamma’.

PTS: D i 110, VRI: 1.96, Myanmar: 1.103, Thai 1.141

DN i 111

DN

Keterangan
untuk tibetan kangyur :

D= Derge , Q = Peking N = Narthang , C = Cone H = Lhasa , J = Li Tang dan U = Urga
untuk koresponden chinese :

K : Taejang mongnok (大藏目録), T : Taishō shinshū daizōkyō (大正新脩大藏經) dan Nj : Nanjio Bunyiu (南条文雄)

© 2019 BY KARMA JIGME ,  created with Wix.com

  • w-facebook
  • Twitter Clean
  • w-flickr
bottom of page